• Institut Agama Islam Negeri Ternate Indonesia

Tadris Matematika IAIN Ternate Raih Akreditasi Baik Sekali, Dekan FTIK Dr Sahjad M Aksan Sebut Smart classroom dan Laboratorium Dongkrak Nilai Akreditasi

Tadris Matematika IAIN Ternate Raih Akreditasi Baik Sekali, Dekan FTIK Dr Sahjad M Aksan Sebut Smart classroom dan Laboratorium Dongkrak Nilai Akreditasi

Keterangan Foto: Gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan di Kampus II

 
TERNATE – Setelah program studi (prodi) pendidikan agama Islam (PAI), prodi pendidikan guru madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan prodi manajemen pendidikan Islam (MPI) meraih akreditasi Unggul, serta sejumlah prodi meraih predikat Akreditasi Baik Sekali pada 2025 lalu, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara kembali meraih status Akreditasi Baik Sekali untuk tadris Matematika. 

Hal ini disampaikan Dekan FTIK, Dr Sahjad M. Aksan, M.Phil saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/4/2026). Dia mengungkapkan, kepastian soal tadris Matematika meraih Akreditasi Baik Sekali, setelah pihaknya menerima salinan keputusan hasil Re-Akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) pada maret lalu. 

“Iya benar, kami telah menerima salinan keputusan soal hasil Re-Akreditasi tadris Matematika dari LAMDIK,” katanya. 

“Keputusan LAMDIK tersebut bernomor 398/SK/LAMDIK/Ak/S/III/2026, tertanggal 16 Maret 2026 yang menerangkan tadris Matematika meraih nillai 331 dengan status Akreditasi Baik Sekali,” lanjutnya. 

Sahjad menuturkan, sejak proses Re-Akreditasi tadris Matematika, pihaknya memang menargetkan bakal meraih status Unggul, lantaran dari sarana prasarana serta karya dosen dan mahasiswa memberi kepastian terkait hasil yang akan dicapai tadris Matematika. 

Kendati menargetkan meraih hasil sempurna pada proses Re-Akreditasi, namun ada hal yang mempengaruhi penilaian asesor, yakni terkait jumlah mahasiswa. Sebab data-data mahasiswa yang dipotret pihak LAMDIK di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) berpengaruh terhadap nilai Re-Akreditasi. Selain itu, menurut dia, aspek lain yang mempengaruhi standar penilaian asesor LAMDIK adalah soal penyelesaian studi mahasiswa. 

“Untuk tadris Matematika jumlah mahasiswanya masih di bawah prodi-prodi lainnya di FTIK,  dari jumlah mahasiswa itulah yang mempengaruhi nilai akhir dari Re-Akreditasi, bukan hanya itu, tapi aspek lain yang mempengaruhi adalah penyelesaian studi,” jelasnya. 

“Tim Borang sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi data-data tersebut mempengaruhi penilaian,” imbuhnya. 

Walaupun begitu, menurut dia, tadris Matematika meraih status Akreditasi Baik Sekali memberi penegasan soal kualitas akademik, serta serapan alumni di lapangan pekerjaan. 

Dia mengungkapkan, pihak asesor menegaskan bahwa dari sarana prasarana memberi garansi soal penilaian, lantaran fasiliitas pendukung proses pembelajaran sangat memadai dan komplet, sehingga sejatinya tadris Matematika berpeluang meraih status Akreditasi Unggul. 

“Data yang ada di Laporan Evaluasi Diri (LED) borang akreditasi, serta Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) juga memberi gambaran yang jelas, tapi aspek penilaian lainnya yakni jumlah mahasiswa dianggap masih jauh berkurang,” katanya. 

“Bahwa hal itu (jumlah mahasiswa, red) jika dipenuhi, praktis tadris Matematika juga meraih hasil maksimal seperti prodi lainnya, yakni mengantongi nilai Unggul,” tambahnya. 

Sahjad bilang, yang membuat tadris Matematika mendapat status Akreditasi Baik Sekali tak terlepas dari ketersediaan Smart classroom dan Laboratorium, karena hal inilah yang mendongkrak nilai Akreditasi. 

“Untuk sarana prasarana juga sangat lengkap, bahkan ruang belajar, seperti laboratorium, jaringan internet terkoneksi dengan proses pembelajaran, yang dinilai sangat memungkinkan melaksanakan pendidikan dengan IT, terlebih sarana prasarana di kampus II juga sangat memadai,” terangnya. 

Dari proses Re-Akreditasi tadris Matematika di tahun 2026 ini, pihaknya juga telah mengantongi catatan-catatan penting yang disampaikan oleh pihak asesor. Untuk itu, dirinya berjanji bakal kembali melengkapi dan menambah jumlah mahasiswa, agar di tahun-tahun mendatang tadris Matematika berhasil meraih status Akreditasi Unggul. 

Sahjad berharap hal-hal yang dianggap sebagai kekurangan di tadris Matematika nantinya mendapat perhatian serius oleh Rektor IAIN Ternate, sehingga memacu prodi bekerja lebih maksimal. 

“Kami berharap dengan kepemimpinan rektor yang baru dengan perangkat-perangkatnya  dapat memaksimalkan kekurangan-kekurangan tersebut, sehingga nantinya menjadi kelebihan dan mendukung proses Re-Akreditasi di masa mendatang,” tutup Sahjad. (*)