Berita

Penutupan Gebyar Hari Santri 2026: Sinergi Ekoteologi dan Tantangan Wali Kota Ternate untuk IAIN Ternate

Kamis, 29 Oktober 2026 Umi Kalsum 202 kali dilihat
Penutupan Gebyar Hari Santri 2026: Sinergi Ekoteologi dan Tantangan Wali Kota Ternate untuk IAIN Ternate
Keterangan Foto : Penyerahan Hadiah kepada Pemenang Lomba Gebyar Hari Santri 2026 oleh Walikota Ternate Didampingi Rektor IAIN Ternate di Auditorium IAIN Ternate Kampus I Dufa-dufa, Kamis (29/10/2026) Foto : Umi Kalsum

TERNATE — Puncak perhelatan Gebyar Hari Santri 2026 yang digelar oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate resmi berakhir. Rangkaian perayaan yang dikemas semarak tersebut ditutup secara khidmat di Auditorium IAIN Ternate Kampus I Dufa-Dufa, Kota Ternate, pada Kamis (29/10/2026).

Momen penutupan ini menjadi kian istimewa dengan kehadiran Rektor IAIN Ternate Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., M.A., Wali Kota Ternate Dr. H.M. Tauhid Soleman, M.Si., Kepala Biro AUAK Jamaluddin Bugis, S.Ag., serta Kabag Kesra Setda Kota Ternate Muhammad Iksan, S.IP., M.Si. Turut memadati lokasi acara, jajaran pimpinan sivitas akademika IAIN Ternate bersama para pemenagn lomba.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Ternate Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., M.A. menegaskan bahwa seluruh rangkaian Gebyar Hari Santri 2026 dirancang sejalan dengan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama RI, khususnya pada pilar Ekoteologi dan Moderasi Beragama.

Ekoteologi adalah pendekatan pemikiran keagamaan yang memadukan nilai-nilai keimanan, ajaran kitab suci, dan etika spiritual dengan kesadaran menjaga lingkungan hidup. Dalam konteks ini, pengelolaan kebersihan bukan sekadar tugas administratif, melainkan wujud ibadah dan tanggung jawab moral kemanusiaan terhadap alam.

“Tujuan menyemarakkan hari santri 2026 ini adalah mendorong mahasiswa khususnya  generasi alfa, memahami konsep ekoteologi dan moderasi beragama, Mengeskpresikan nilai-nilai kepedulian lingkungan dan toleransi melalui kompetisi ilmiah dalam lomba karya tulis ilmiah dan lomba pidato. Dua tema besar bagian dari menjadi asta protas kemenetria agama. Sebagai perguruan tinggi keagamaan islam maka kami Implementasinya melalui berbagai kegiatan diantaranya di kegiatan hari santri ini,” papar Adnan.

Guna merawat budaya literasi dan mengapresiasi karya peserta, Rektor mengumumkan bahwa 10 hingga 15 karya tulis terbaik dari ajang ini akan didokumentasikan dan diterbitkan dalam bentuk bunga rampai. Penerbitan buku ini sekaligus menjadi landasan teoritis-konseptual yang mendukung pemikiran ekoteologi di Maluku Utara.

Menanggapi komitmen IAIN Ternate, Wali Kota Ternate Dr. H.M. Tauhid Soleman, M.Si. menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate tengah berfokus pada tiga perhatian utama (concern) pelayanan publik, yakni penerangan jalan umum, ketersediaan air bersih, dan penanganan sampah.

Wali Kota menekankan pentingnya mitigasi cepat sebelum musim hujan tiba. Mengingat kompleksnya persoalan sampah, Pemkot Ternate tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor berbasis pendekatan Pentahelix hingga Hexahelix.

"Masalah sampah ini sangat pelik, sehingga kami sangat membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, untuk bahu-membahu menuntaskannya langsung dari sumbernya," tegas Wali Kota.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota melontarkan tantangan terbuka kepada Rektor IAIN Ternate agar kampus tersebut bersiap menjadi pionir (pioneer) pengelolaan sampah berbasis sumber di lingkungan pendidikan tinggi. Pemkot Ternate melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan dukungan fasilitasi teknis dan sarana pemilahan.

Sinergi ini menempatkan IAIN Ternate tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan, tetapi juga sebagai laboratorium hidup (living lab) penerapan ekoteologi yang berdampak langsung bagi kelestarian Kota Ternate.

Terlebih lagi, proses transformasi menuju UIN Sultan Baabullah Ternate menuntut hadirnya standar operasional kampus yang modern, bersih, dan berwawasan lingkungan. Menjadi pioneer pengelolaan sampah berbasis sumber akan menjadi bukti nyata kesiapan IAIN Ternate bertransformasi menjadi UIN Sultan Baabullah Ternate—sebuah perguruan tinggi keagamaan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga menjadi teladan utama dalam pengamalan ekoteologi.

Integrasi antara nilai ekoteologi, program prioritas Kementerian Agama RI, dan agenda strategis Pemkot Ternate kini berada pada momentum terbaiknya. Kehadiran nama besar Sultan Baabullah—sosok pahlawan dan pemersatu Maluku Utara—semakin memperkuat pijakan moral kampus untuk memimpin gerakan perubahan lingkungan dari dalam.

Kini, publik dan Pemkot Ternate menantikan kebijakan serta langkah strategis dari Pimpinan IAIN Ternate di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., M.A. Keputusan ini akan menjawab tantangan Wali Kota Ternate sekaligus meletakkan pondasi kokoh bagi IAIN Ternate sebagai pelopor (pioneer) pengelolaan sampah berbasis sumber dan kampus hijau terdepan menjelang peralihannya menjadi UIN Sultan Baabullah.

Bagikan berita

Pendaftaran mahasiswa baru dibuka setiap tahun.

Daftar Sekarang